Bedanya Hyperos Dan Miui, Apa Saja Peningkatannya?

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Xiaomi 12T

Kincaimedia – Xiaomi memperkenalkan antarmuka sistem baru untuk mempersenjatai beragam macam perangkat buatannya di mana kali ini tidak lagi menggunakan nama MIUI melainkan HyperOS.

Antarmuka generasi baru tersebut bakal tersedia untuk setidaknya 113 perangkat anyar maupun lawas. Sebagian ponsel sekarang apalagi sudah berkesempatan untuk mencicipinya baik itu melalui pembaruan maupun secara bawaan.

Tak hanya menawarkan perubahan nama, HyperOS tentu saja membawa sejumlah peningkatan jika dibandingkan dengan MIUI pendahulunya. Kita pun dapat menemukan sebagian di antaranya pada beberapa aspek berikut.

1. Antarmuka Tampilan

Tampilan dari sistem HyperOS sekilas memang terlihat seperti apa nan digunakan oleh MIUI. Hanya saja jika diperhatikan dengan saksama, beberapa perincian pada antarmuka tersebut sebenarnya mengalami penyesuaian.

Termasuk di antaranya, antarmuka HyperOS memperkenalkan kreasi tombol Share maupun Edit dengan corak nan sedikit berbeda dari sebelumnya. Ikon menu di dalamnya pun secara keseluruhan terlihat lebih besar daripada MIUI.

Bagian Control Center terutama untuk setelan New Version juga memperoleh sedikit penyesuaian. Ikon-ikonnya mempunyai tata letak nan berbeda dari MIUI. Tombol-tombol pintasan di dalamnya pun tidak lagi diberi nama sehingga sekarang terlihat lebih mirip dengan tampilan iOS.

Seluruh pintasan Control Center di HyperOS sekarang juga bakal ditampilkan dalam satu halaman. Berbeda dari MIUI nan sebelumnya membagi tombol menjadi dua bagian di mana bisa dibuka mengusap layar ke samping kiri alias kanan.

Fungsi kustomisasi tampilan dari HyperOS juga lebih baik. Kita sekarang misalnya bisa mengubah ukuran ikon di laman utama maupun peluncur aplikasi. Kita pun bisa mengganti warna latar belakangnya ke beberapa pilihan seperti default, biru, hijau, ungu, alias cokelat.

Layar kunci HyperOS sekarang pun menawarkan kegunaan kustomisasi nan lebih lengkap. Kita tak hanya bisa menemukan beberapa kreasi menarik seperti Classic, Rhombus, hingga Magazine, tetapi juga dapat mengatur tampilannya agar terlihat lebih personal.

HyperOS Vs MIUI - Lockscreen

Beberapa aplikasi juga turut mendapatkan penyesuaian tampilan. Weather alias Cuaca misalnya sekarang bakal menampilkan gambar latar belakang sesuai dengan kondisi cuaca nan sedang terjadi di letak pengguna.

HyperOS Vs MIUI - Lockscreen

Aplikasi Gallery pun mempunyai tampilan nan lebih segar. Xiaomi melalui HyperOS di antaranya memindahkan panel Photos dan Albums ke bagian bawah serta menambahnya dengan tab Recommended nan berisi beragam macam fitur pengelolaan.

Xiaomi juga memperkenalkan sistem font baru berjulukan MiSans nan sangat cocok diintegrasikan pada seluruh tampilan. Bentuknya lebih melengkung daripada Roboto tetapi terlihat lebih modern.

Tak hanya itu saja, HyperOS pun mengangkat fitur seperti Dynamic Island milik Apple. Antarmuka tersebut juga meningkat kegunaan floating window dan split-screen untuk meningkatkan pengalaman saat melakukan multitasking.

Yang tak kalah menarik, animasi nan ditawarkan HyperOS juga lebih mulus dan ringan. Jadi terkesan mempunyai sentuhan lebih canggih daripada MIUI nan condong mengutamakan style bergerak dan unik.

2. Aplikasi Bawaan

Berbeda dari MIUI, HyperOS pun menawarkan sistem pengelolaan aplikasi nan lebih baik. Antarmuka sistem baru tersebut apalagi memberikan support unik nan memungkinkan kita menghapus aplikasi pra-instal maupun bloatware.

Dengan begitu, kita sekarang dapat menghemat lebih banyak ruang penyimpanan nan sebelumnya terpakai untuk aplikasi-aplikasi bawaan nan kadang-kadang tidak kita inginkan. Kinerja perangkat pun bisa lebih ringan.

3. Kinerja

Membahas soalnya kinerja, HyperOS sendiri memang dirancang sebagai sistem nan lebih ringan. Antarmuka baru Xiaomi tersebut di antaranya mempunyai sistem pengelolaan penyimpanan info nan lebih efisien.

Jika dibandingkan dengan MIUI 14 nan dikembangkan sebelumnya, antarmuka tersebut apalagi mempunyai ukuran berkas sampai 30 persen lebih kecil. Jadi pembaruan bisa melangkah lebih singkat dan penyimpanan lebih terasa lega.

Melalui HyperOS, Xiaomi juga menjanjikan pengurangan latensi rata-rata hingga 14 persen untuk penanganan tugas-tugas krusial nan mana nilai penurunannya pun maksimal bisa sampai 72 persen. Perangkat nan memakai antarmuka tersebut makanya menawarkan animasi nan lebih lancar, pemuatan aplikasi lebih cepat, dan pemakaian lebih responsif.

Di sisi lain, HyperOS juga mempunyai manajemen RAM lebih unggul nan memungkinkan aplikasi bisa tetap aktif sehingga mengurangi gelombang pemuatannya. Antarmuka tersebut pun mempunyai alokasi sumber daya dan manajemen daya nan lebih optimal.

4. Keamanan dan Privasi

Peningkatan nan ditawarkan oleh HyperOS juga mencakup pada aspek keamanan dan privasi. Antarmuka tersebut di antaranya sekarang bakal menampilkan daftar izin akses aplikasi dengan gambaran lebih menyeluruh.

Terdapat juga fitur Shutdown Confirmation nan bakal memberikan keamanan ekstra untuk mencegah perangkat dimatikan tanpa izin. Kita kelak secara unik perlu menggunakan Pola alias PIN saat perlu melakukannya.

Lapisan dalam dari sistem keamanan nan ditawarkan oleh HyperOS di sisi lain juga lebih menjanjikan. Xiaomi sekarang menggunakan Trusted Execution Environment (TEE) nan dikembangkan sendiri untuk menciptakan perlindungan di level peranti keras serta mikrokernel nan independen.

5. Sistem Kecerdasan Buatan

Sama seperti kebanyakan sistem operasi seluler di masa sekarang, HyperOS pun sekarang sudah diintegrasikan berbareng sistem AI. Xiaomi dalam perihal ini apalagi mengembangkan model kecerdasannya sendiri nan menjanjikan 75 persen ukuran dan konsumsi memori lebih rendah.

Pada level pengguna, kita pun dapat menggunakannya untuk mempermudah beragam macam aktivitas. Termasuk di antaranya meliputi pengenalan teks dari gambar nan lebih sempurna, pembuatan ucapan tingkat lanjut, dan pencarian gambar nan cerdas.

Tentang penulis

Sukindar

Penulis Kincaimedia nan aktif membikin konten tentang pedoman teknologi mulai dari langkah menggunakan hingga membahas istilah-istilah unik di dalamnya.

Selengkapnya
Sumber Review Gadget Terlengkap
Review Gadget Terlengkap