Google Manfaatkan Ai Untuk Prediksi Banjir 7 Hari Sebelumnya

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Telset.id, Jakarta – Google baru saja mengumumkan bahwa mereka bakal memanfaatkan teknologi AI agar bisa prediksi banjir, dari tujuh hari sebelumnya.

Rencana Google sendiri sebenarnya sudah pernah dipublikasikan sebelumnya dalam jurnal sains terkenal nan membahas tentang kondisi alam. Namun baru kali ini coba diwujudkan.

Bukan sebuah rahasia lagi bahwa banjir merupakan salah satu musibah alam nan paling sering terjadi di seluruh dunia, termasuk di negara kita Indonesia. 

BACA JUGA:

  • NASA dan IBM Garap Model AI untuk Aplikasi Cuaca dan Iklim
  • Google Pakai AI untuk Tangani Penyakit Mematikan di India

Walaupun menjadi musibah nan sering terjadi, sayangnya banjir susah diprediksi lantaran sebagian besar sungai tidak mempunyai perangkat pengukur aliran sungai.

Google berupaya mengatasi masalah banjir ini dengan  membikin prediksi melalui teknologi AI nan meliputi semua jenis info nan relevan, termasuk peristiwa sejarah, pembacaan ketinggian sungai, pembacaan ketinggian dan medan, dan banyak lagi. 

Setelah itu, raksasa mesin pencari ini juga membikin peta lokal dan menjalankan ratusan ribu simulasi di setiap lokasi, menurut laporan Engagdet. 

Kombinasi teknik ini memungkinkan model AI dari Google bisa memprediksi banjir nan bakal datang secara akurat.

Pendekatan nan dilakukan ini menghasilkan model nan sangat jeli untuk letak tertentu, namun Google berambisi dapat menggunakan teknik ini untuk memecahkan masalah banjir pada skala global. 

Meskipun perusahaan sukses memprediksi beberapa banjir tujuh hari sebelumnya, rata-rata banjir terjadi sekitar lima hari. Namun, Google percaya bahwa mereka telah memperpanjang keahlian siaran dunia nan tersedia saat ini dari nol menjadi lima hari.

Hal ini juga dilakukan untuk meningkatkan perkiraan secara signifikan di wilayah nan kurang terwakili, seperti beberapa bagian di Afrika dan Asia.

Secara menyeluruh, teknologi ini memungkinkan Google memberikan perkiraan banjir nan jeli di 80 negara, dengan total populasi 460 juta jiwa.

Perkiraan ini bakal tersedia di Google Search, Google Maps, dan apalagi melalui notifikasi Android. 

BACA JUGA:

  • Bukan Lagi Bard, Chatbot AI Google Resmi Ganti Nama Jadi Gemini
  • Tunanetra Ikut Lomba Lari 5K Dibantu Aplikasi Google AI

Lalu, Google juga menjanjukan bakal terus mengeksplorasi potensi AI untuk menciptakan prakiraan banjir nan lebih baik, dan perusahaan juga bekerja sama dengan peneliti akademis untuk menyempurnakan pendekatan berbasis AI.

Selengkapnya
Sumber Berita Teknologi
Berita Teknologi