Grab Terima Sertifikat Kepatuhan Persaingan Usaha Dari Kppu Ri

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Telset.id, Jakarta – Grab Indonesia telah mendapatkan sertifikat Kepatuhan Persaingan Usaha dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha Republik Indonesia.

Grab pun bukan sekedar menerima sertifikasi ini saja, lantaran menjadi perusahaan teknologi pertama di Indonesia nan sukses mendapatkan sertifikasi Kepatuhan Persaingan Usaha.

Dalam aktivitas seremoni penyerahan sertifikat Kepatuhan Persaingan Usaha nan berjalan di Jakarta pada Senin (25/03/2024), Neneng Goenadi, Country Managing Director, Grab Indonesia menegaskan bahwa ini menjadi komitmen perusahaannya dalam menjalankan persaingan nan sehat.

BACA JUGA:

  • Grab Indonesia Donasikan Rp 3,5 Miliar untuk Warga Palestina
  • Survei: Tarif Ojol Naik, Konsumen Pilih Naik Motor Pribadi

“Mendapatkan sertifkat ini merupakan bukti nyata komitmen kami dalam menjalankan prinsip persaingan upaya nan sehat dan kondusif,” imbuh Neneng.

Ia menambahkan, Grab Indonesia percaya bakal pentingnya tata kelola perusahaan nan baik dengan melakukan penerapan, pengawasan dan penyesuaian secara berkepanjangan atas program kepatuhan persaingan usaha.

Dia juga menjelaskan bahwa sejak tahun 2021 silam, manajemen Grab Indonesia telah mengikuti forum pelaksana agar bisa memahami beragam patokan dan prinsip dari persaingan upaya nan bertindak di tanah air.

Di Indonesia, Program Kepatuhan Persaingan Usaha sendiri diatur dalam Peraturan KPPU RI No 1 Tahunn 2022. Program ini pun menjadi langkah KPPU RI untuk mengatasi potensi terjadinya pelanggaran dari UU No.5 Tahun 1999 mengenai Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Di sisi lain, Wakil Ketua KPPU RI Ari Armando mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi upaya Grab Indonesia nan telah mengikuti program tersebut, lantaran ini mencerminkan perusahaan nan menerapkan prinsip persaingan nan sehat.

“Grab Indonesia sebagai perusahaan teknologi pertama nan mendapat penetapan atas program ini, kami ucapkan selamat dan berambisi capaian ini dapat menjadi dorongan nan dapat diikuti oleh perusahaan teknologi lainnya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, persaingan nan sehat ini pun diharapkan agar para perusahaan bisa memberikan penemuan baru, nan bisa dinikmati para konsumen.

“Selain itu, dengan mendapatkan sertifikasi program ini, perusahaan bisa mengetahui prinsip dari persaingan upaya nan sehat. Jadinya, perusahaan memahami perihal apa nan boleh dilakukan dan nan tidak boleh dilakukan,” pungkasnya.

BACA JUGA:

  • Kemenhub Resmi Umumkan Kenaikan Tarif Ojol per 11 September 2022
  • GoPay Resmi Jadi Aplikasi Sendiri, Gratis Transfer ke Semua Bank

Sekedar informasi, program sertifikasi ini pertama kali diluncurkan pada Maret 2022 lalu, dan KPPU RI telah mengeluarkan 16 penetapan program kepatuhan persaingan usaha. Hingga saat ini dikatakan ada 48 perusahaan nan mendaftar, perusahaa ini bergerak di beragam bagian seperti manufaktur, telekomunikasi, konstruksi, dan jasa. [FY/IF]

Selengkapnya
Sumber Berita Teknologi
Berita Teknologi