Samsung Ungkap Alasan Dibalik Penggunaan Alat Produksi Chip Jadul

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Telset.id, Jakarta – Samsung saat ini tetap mempertahankan perangkat produksi nan sudah tua untuk membikin chip. Perusahaan asal Korea Selatan baru-baru ini mengungkap alasannya.

Samsung saat ini menjadi perusahaan teknologi terbesar di dunia. Perusahaan mempunyai rangkaian produk nan cukup lengkap, mulai dari smartphone, tablet, TV, kulkas, AC, mesin cuci, dan apalagi chip serta komponen lainnya.

Dengan banyaknya produk, Samsung telah menjual produknya baik itu kepada konsumen alias pun ke upaya seperti Apple. Namun, klaim terbaru menyebut bahwa Samsung tetap menggunakan perangkat produksi lama untuk membikin chip lantaran waspada terhadap hukuman AS.

BACA JUGA:

  • Ogah Nasibnya seperti Huawei, Xiaomi Antisipasi Embargo AS
  • Akibat Diembargo Amerika, Huawei Ganti 13.000 Suku Cadang

Bukan sebuah rahasia lagi bahwa perusahaan teknologi sering kali mau menjaga keberlanjutan dan menggunakan sumber daya dengan bijak. Jadi, perusahaan meningkatkan lini produksinya dengan peralatan baru. 

Lalu, perusahaan tidak membuang mesin-mesin lama. Sebaliknya, mereka justru menjual mesin-mesin lama tersebut. Langkah ini konon membantu mereka memperbarui pabrik dan memanfaatkan apa nan sudah mereka miliki. 

Namun, perusahaan seperti Samsung dan SK Hynix baru-baru ini berakhir menjual peralatan lama untuk kreator chip, lantaran kekhawatiran bakal menimbulkan masalah dengan Amerika Serikat.

Alasan dibalik keputusan ini adalah kekhawatiran bahwa komponen-komponen perangkat ini mungkin bakal sampai ke Rusia alias pun China, nan mana kedua negara ini terkena embargo AS. 

Meskipun kedua perusahaan berhati-hati, ada kalanya produk mereka masuk ke pasar terbatas. Misalnya, beberapa bulan lalu, chip buatan SK Hynix nan digunakan pada seri Huawei Mate 60 menimbulkan masalah, sehingga mendorong perusahaan untuk mengeluarkan pernyataan.

Tentu saja tidak ada hukuman norma atas produk nan diberikan kepada penjual nan tepat. Namun, menjelang pemilihan presiden AS, produsen tampaknya ragu mengambil akibat apa pun. 

BACA JUGA:

  • Nvidia Umumkan Dua Chip AI untuk China di Tengah Embargo AS
  • Xiaomi Umumkan Pembaruan HyperOS, Xiaomi 12 Kebagian

Situasi ini menimbulkan masalah unik seperti beberapa produsen menghabiskan jutaan dolar hanya untuk menyimpan mesin tua. Di sisi lain, produsen seperti Huawei bisa tertinggal dalam persaingan jika mereka tidak bisa mengakses teknologi modern. [FY/IF]

Selengkapnya
Sumber Berita Teknologi
Berita Teknologi