Spacex Bangun Jaringan Satelit Mata-mata Buat As, Bisa Lacak Siapa Saja!

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Telset.id, Jakarta – SpaceX dikabarkan telah mendapat perjanjian dari Kantor Pengintaian Nasional Departemen Pertahanan Amerika Serikat (NRO) untuk membangun jaringan satelit mata-mata.

Menurut laporan dari Reuters, jaringan satelit mata-mata nan dibuat oleh SpaceX tersebut mengorbit rendah dan bisa beraksi untuk melacak sasaran nan ada di darat.

Satelit tersebut pertama kali dilaporkan oleh Wall Street Journal, nan menyatakan SpaceX telah menandatangani perjanjian senilai $1,8 miliar pada tahun 2021 dengan agensi nan namanya tidak diketahui.

BACA JUGA:

  • Mau Tingkatkan Layanannya, SpaceX Bakal Luncurkan 144 Roket di 2024
  • Starlink bakal Gelar Layanan Internet Seluler Tahun 2025

Jaringan satelit ini bakal mempunyai nama Starshield, dan satelit ini juga bakal mempunyai keahlian untuk mengumpulkan gambar secara terus menerus di seluruh wilayah bumi untuk intelijen Amerika Serikat.

Kemampuan ini dimiliki berkat, campuran satelit pencitraan besar untuk mengumpulkan info dan mengirimnya ke satelit untuk mengirimkan informasi.

Hal ini bakal berpotensi untuk membikin siapa saja di muka bumi ini tidak bisa bersembunyi, menurut salah satu sumber nan berbincang kepada Reuters. Sayangnya, SpaceX dan NRO tidak secara langsung mengonfirmasi keterlibatannya dalam proyek ini.

Namun, ahli bicara NRO menjelaskan kepada Reuters bahwa Kantor Pengintaian Nasional sedang mengembangkan sistem intelijen, pengawasan, dan pengintaian berbasis ruang angkasa nan paling mumpuni, beragam, dan handal nan pernah ada di dunia.

Bagi nan belum tahu, pada musim gugur lampau perusahaan milik Elon Musk ini telah menyepakati perjanjian $70 juta dengan Angkatan Luar Angkasa untuk menyediakan satelit komunikasi di bawah program Starshield, nan berbeda dari Starlink.

BACA JUGA:

  • APJII Sebut Kehadiran Starlink Bikin ISP Indonesia Gelisah
  • SpaceX Digugat Pemerintah AS lantaran Perekrutan nan Diskriminatif

Sebagaimana dikutip Telset dari Engadget pada Senin (18/03/2024), Musk sendiri mengatakan bahwa Starlink dari SpaceX kudu menjadi jaringan sipil, sedangkan Starshield dibuat untuk membantu tujuan dari pemerintah dan keamanan nasional. [FY/IF]

Selengkapnya
Sumber Berita Teknologi
Berita Teknologi