Xiaomi Bakal Matikan Fitur Video Latar Belakang Di Hyperos

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Telset.id, Jakarta – Xiaomi secara tiba-tiba menghapus fitur untuk memutar video YouTube di latar belakang untuk smartphone nan menjalankan HyperOS. Apa alasannya?

Fitur Video Latar Belakang sendiri pada dasarnya merupakan fitur terkenal di kalangan pengguna, lantaran memungkinkan mereka untuk memutar video favorit di YouTube dan membuka aplikasi lainnya secara bersaaman.

Fitur YouTube tersebut kemungkinan dihapus oleh Xiaomi, setelah mereka mendapatkan peringatan dari Google.

BACA JUGA:

  • Xiaomi 14 Bakal Rilis di Indonesia dalam Waktu Dekat
  • Memberdayakan Fitur Long Exposure di Redmi Note 13 Pro+

Seperti nan diketahui, keahlian memutar video YouTube di latar belakang dengan layar meninggal hanya tersedia untuk pengguna premium. Namun, bagi pengguna HP Xiaomi nan menjalankan HyperOS tidak perlu berlangganan untuk memanfaatkan fitur memutar video YouTube di latar belakang ini.

Menurut laporan Gizmochina, Xiaomi secara berjenjang bakal menghapus fitur ini dari Video Toolbox dengan pembaruan baru. Fitur ini diterima dengan baik oleh para pengguna saat pertama kali muncul di MIUI 12.

Namun, di sistem antarmuka terbaru HyperOS fitur tersebut tidak lagi tersedia. Walaupun kalian tetap bisa memakai fitur ini dengan mengikuti program berbayar YouTube Premium.

Jadinya, para pengguna MIUI 12, MIUI 13, MIUI 14 dan HyperOS tidak bisa menggunakan fitur ini, jika kalian sudah melakukan pembaruan sistem keamanan terbaru. Xiaomi menyatakan pembaruan ini merupakan upaya untuk alim terhadap peraturan Google.

Mungkin perihal ini membikin para pengguna HP Xiaomi kecewa lantaran fitur jagoan ini tidak bisa lagi digunakan, dan perusahaan tidak bisa mengatasi masalah tersebut lantaran kudu mengikuti patokan dari Google.

BACA JUGA:

  • Menjajal Fitur Video Short Film di Redmi Note 13 Pro+ 
  • Menguji Sertifikasi IP68 di Redmi Note 13 Pro+ 5G di Saat Hujan

Tetapi bagi nan mungkin tetap memaksa mau menggunakan fitur ini, bisa mengatasinya dengan melakukan reset nan membikin perangkat kembali ke pembaruan awal, alias melakukan upaya lainnya, mengingat Android adalah OS nan berkarakter open source. [FY/IF]

Selengkapnya
Sumber Berita Teknologi
Berita Teknologi