Gelombang Phk Berlanjut, Tesla Rumahkan Lebih Dari 10% Karyawan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Telset.id, Jakarta – Tesla saat ini telah berasosiasi dengan beragam perusahaan besar nan melakukan PHK. Setidaknya sebanyak lebih dari 10% tenaga kerja Tesla telah mengalami PHK.

Bukan sebuah rahasia lagi bahwa sejak beberapa waktu belakangan ini kejadian PHK telah terjadi di beragam perusahaan besar. Kabar PHK nan dilakukan oleh Tesla pertama kali dikabarkan oleh Electrek dan setelah itu berita dari Reuters, Washing Post, hingga New Yorks Times memperkuat kejadian ini.

Memo internal nan mengumumkan tentang PHK hanya menyebut jumlah persentase dari tenaga kerja nan terkena PHK. Memo tersebut tidak menyebut jumlah pasti nan terkena dampak. Selain itu, sumber dari Reuters mengatakan bahwa beberapa pekerja sudah mendapat pemberitahuan, nan menandakan PHK sudah dimulai.

BACA JUGA:

  • Elon Musk Janjikan Mobil Tesla Harga Terjangkau di 2025
  • Confirm! Tesla Bakal Pakai Chip 3nm dari TSMC di 2024

Pada Desember 2023 Tesla mempunyai lebih dari 140.000 karyawan. Jika PHK ini berakibat pada lebih dari 10% tenaga kerja maka nan terdampak adalah sekitar lebih dari 14.000 pekerja.

“Saat kami mempersiapkan perusahaan untuk fase pertumbuhan berikutnya, sangat krusial untuk memandang setiap aspek perusahaan untuk pengurangan biaya dan peningkatan produktivitas,” tulis CEO Tesla Elon Musk dalam memo tersebut.

Ia menambahkan, sebagai bagian dari upaya ini, perusahaan telah melakukan peninjauan menyeluruh terhadap organisasi tersebut dan membikin keputusan susah untuk mengurangi jumlah tenaga kerja kami lebih dari 10 persen secara global.

Sebenarnya laporan Bloomberg pada awal bulan Februari, menunjukan perusahaan telah menanyakan kepada para manajer mengenai posisi tenaga kerja mana nan penting, dan menunjukkan bahwa PHK bakal segera terjadi. Perusahaan kreator mobil ini juga membatalkan tinjauan keahlian dua kali setahun untuk beberapa pekerja.

Bagi nan belum tahu, sejak tahun 2020 silam, perusahaan sudah menambahkan jumlah pekerjanya dan pada tahun 2023 mempunyai sebanyak 140.000 karyawan. Walaupun, perusahaan telah mengurangi karyawannya selama bertahun-tahun, termasuk puluhan pekerja di tim Autopilut di tahun lalu, tetapi pada tahun lampau tenaga kerja bertumbuh sekitar 10%.

Selama laporan pendapatan kuartal Tesla pada bulan Januari, CEO Elon Musk mencatat bahwa perusahaan berada di antara dua gelombang pertumbuhan besar. nan pertama adalah adanya ketenaran Model 3 dan Y. Dan berikutnya adalah konsentrasi menghadirkan kendaraan listrik berbiaya lebih rendah nan tampaknya menjadi angan perusahaan.

Laporan sebelumnya juga menunjukan bahwa mobil listrik dengan nilai murah bakal datang pada akhir tahun 2025, meskipun Reuters memperkirakan Tesla mungkin bakal meninggalkan model tersebut dan berfokus pada robotaxi. Lalu, Electrek juga mengatakan model tersebut bakal ditunda lantaran Tesla bakal menggunakan sumber daya untuk robotaxi.

Bukan hanya itu saja, Electrek juga mencatat bahwa banyak tenaga kerja nan terlibat dalam proyek mobil listrik murah terkenda PHK. Mengingat Musk mengatakan bahwa Tesla berencana meluncurkan robotaxi pada 8 Agustus mendatang.

Selain itu, Musk juga memperingatkan kepada penanammodal bahwa memperkirakan pertumbuhan penjualan nan lebih rendah di thaun ini nan mungkin mendorong pemotongan biaya.

BACA JUGA:

  • Tesla Mau Integrasikan Teknologi AI dari Grok ke Mobil Buatannya
  • Canggih! Gerakan Robot Optimus Tesla Terbaru Mirip Manusia

Penurunan ini pun betul adanya, lantaran perusahaan telah mengalami penurunan penjualan dalam 3 bulan pertama di tahun 2024 ini. Pengiriman juga turun 8% dari tahun ke tahun dan 20% dari kuartal sebelumnya. Melansir Enagdegt, perusahaan bakal memberikan laporan pendapatan dan penjualan untuk kuartal pertama 2024 pada 23 April. [FY/IF]

Selengkapnya
Sumber Berita Teknologi
Berita Teknologi